Friday, June 29, 2012

10 hal yg sepele tapi harus diperhatikan


1. Kabel spidomoter putus
Terutama bila putusnya bagian bawah. Jangan disepelakan dan biarkan putus. Bahayanya, kabel melilit kuat ke jari-jari, Anda pu langsung terpelanting ke depan.
2. Mur kontra kabel gas
Khusus buat pemilik skubek yang doyan bongkar pasang karburator. Pastikan mur kontra pengikat pipa jalur kabel throtle sudah terikat dengan benar pada beretknya. Bila salah satu mur kendur dan pipa berbentuk huruf “L” lepas, maka grip gas enggak mau diputar alias los. Bahayanya, saat menyalip bisa ditabrak kendaraan dari depan atau diseruduk dari belakang.
3. Baut sepatbor depan
Periksa baut pengikat (4 buah), jangan sampai kendur. Bila keempat baut lepas dan penahan air itu akan jatuh ke ban, bagian belakang sepatbor akan terlipat di segitiga dan motor bisa ngerem mendadak hingga menyebabkan bagian belakang terjungkal.

4. Karet pelindung aki
kepala aki bagian positif ditutupi, entah dari karet, plastik atau material apapan yang tidak menghantar listrik. Jika kondisi sudah rusak dan belum sempat menggantinya, “Pastikan aki benar-benar terikat di rumahnya dan jauhnya dari komponen sekitar yang bisa menimbulkan korsleting,” .
5. Tekanan angin ban
Jangan sampai tekanan angin kurang, bisa mengakibatkan bocor. Terlebih lama tak dipakai dan parkir tanpa menggunakan standar tengah. “kalau kurang angin, ban dalam rawan bergesek sama pelek dan ban luar. Sehingga menimbulkan kebocoran bahkan sampai meledak.

6.Ganti sproket tajam

Cermati mata gigi gir, baik depan maupun belakang, jika sudah runcing sebaiknya ganti. Karena, bila sudah pada tajam gampang pindah posisi. Rantaipun lepas dan dan terjepit di arm. Anda mendengar orang jatuh dari motor lantaran rantai putus dan terjepit di arm, ya karena kelalaian itu.

7.Sekring wajib pasang
Pastikan aki didukung sekring yang memiliki ukuran ampere sesuai anjuran. Bahkan posisi pasang sekring benar-benar di tempatnya untuk menghindari terjadinya korslet.
8.Ganti mur tuas rem 
Jika motor sudah berusia lebih dari 5 tahun, jangan lupa dengan mur penahan, pengikat sekaligus penghubung tuas rem belakang dari bahan babet. Apalagi sering bongkar pasang, memungkinkan ulir aus atau dol. Kalau sudah begitu, rem bisa bablas lantaran as penghubung tuas rem lepas dari tangkai.

9. Karet footstep rusak
Bila karet copot atau hanucr, maka yang tampak ujung besi sebagai komponen dasar pijakan kaki. Lalu, bayangkan lagi jika ujung besi tadi menyentuh tulang kering kaki tanpa sengaja.


10.Bikin repot boncenger
Sering dijumpai, pelat nomor belakang sudah mau copot. Justru itu menjadi sumber kesialan bila tak cepat diperbaiki. Paling tidak kaki yang dibonceng jadi korban. Terutama saat hendak turun.

recomneded