Thursday, June 7, 2012

Honda CBR 250R, Tebar Pesona Lewat Warna


Tahun naga air di 2012 ini, punya arti sendiri bagi Tukijan. Menurutnya, tahun ini harus penuh warna. Sehingga bisa mendatangkan rejeki lebih. Pemikiran ini, coba diterapkan di Honda CBR 250R miliknya. Meskipun, sport injeksi 250 cc itu sendiri lansiran 2011. “Terutama aplikasi warna-warna terang. Maka itu bermain kelir stabilo atau disebut juga scotlite,” buka Tukijan yang juga owner workshop modifikasi ARM Motor Industrial Desain and Fiber. Begitunya pria berkumis tebal ini tak ingin warna itu diterap di bodi asli CBR no pek go. Maka, doi langsung bikin ulang bodi dari fiberglass. Kan, kebetulan usahanya memang bergerak di bidang itu. Jadi, kalau ada yang mau pesan bodi pun tinggal telepon aja.
Lanjut! Kombinasi warna cerah alias terang, tak sebatas semprot. Tapi, Tukijan ingin warna itu punya arti. “Tema yang di buat untuk motor injeksi Honda ini lebih ke arah grafis. Cocok untuk desain CBR yang sporty dan elegan,” aku pria yang workshopnya di Jl. Pegangsaan 2, Pintu 1, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Warna dasar, menggunakan merah. Tapi, itu hanya sebatas dasar. Karena sesunguhnya warna yang ingin ditonjolkan kombinasi kelir oranye, hijau dan putih. Menurutnya, kombinasi ini membuat hasil lebih eye catching. Cat sendiri, aplikasi dari Spies Hecker. Paduan sempurna yang diterapkan, dilapisi juga pakai pernish dari merek yang sama. Hasilnya, warna mencuat keluar. Wah, untung gak menusuk mata tuh!
Oh ya! Bidang kosong di bodi coba diakali lewat permainan simbol dan angka. “Sentuhan lambang berbentuk bintang di fairing depan itu artinya bintang kehidupan. Tapi, angka 21 di tengah visor, itu cuman iseng aja biar semua full,” canda ayah dua anak ini. Walau terfokus dengan tema full color stabilo, doi tak lupa mengukir nama Angga di visor kiri-kanan. Nama itu, nama anak kedua dari Tukijan. Wah, anak pertamanya enggak iri kalau namanya tak ikut dicantumkan? He..he..he... (motorplus-online.com) DATA MODIFIKASI Slide guard : Bikers Footstep : Bikers Knalpot : ARM Setang : Bikers ARM : 0815-8732371

Yamaha V-Ixion, Jeruk Kok Minum Jeruk


Yamaha V-ixion ini katanya juara 1 kelas fashion standar di kontes bikinan Chemonk Modified. Ya wajar saja yang modifikasi motor ini juga Andri Irwan dari Chemonk Modified. Jadinya, jeruk kok minum jeruk. He.. he..he.. Pemilik v-ixion ini Herman HBX yang nggak bisa jauh dari dunia balap. Sempat menghilang, eh muncul di ajang modifikasi membawa V-ixion gaya motor balap. “Susah jauh dari balap. Apalagi Axel, anak saya juga suka. Makanya V-ixion dibikin motorsport. Kebetulan kenal banyak pembalap, saya minta beberapa part racing yang tak terpakai,” ujar Herman HBX dari Pejaten, Jakarta Selatan itu.Dipasangi fairing copotan dari motor balap yang dicustom ulang. Fairing tadi dimaksimalkan bentuk tangki baru, cover samping hingga buritan yang desainnya dibikin meruncing. Begitupun kaki-kaki. Ban depan Corsa dan belakang Pirelli di pelek ring 17 inci. Monosok asli tetap terpasang di lengan ayun yang dilapis kondom. “Makin ciamik, knalpot R9 mempertegas tunggangan ini lebih sporty,” kenang Herman. (motorplus-online.com)

Kawasaki Ninja 250R, Langganan ke Salon

Kawasaki Ninja 250R, Langganan ke Salon

Di Bekasi dan Jakarta, kondisi lalu lintasnya padat dan macet. Banyak yang setuju motor jadi pilihan pas. Termasuk Yusuf, pria 38 tahun ini baru beberapa tahun menikmati padatnya lalu lintas Jakarta. Sebelumnya berdinas di Surabaya. Diputuskan berkendara motor menuju kantornya Tanjung Priok, Jakarta Utara. "Tapi, enggak bertahan lama karena enggak kuat panas," buka ayah 2 putra ini.
Akhirnya nyerah. Motor nganggur di rumah. "Karena hampir setahun ngejogrog, sempat kepikiran dijual," lanjutnya. Tapi, setelah meliat tampilan Ninja di jalan dengan warna yang bagus, Yusuf pun langsung kepikiran motornya. Lantas punya ide menyegarkan tampilan motor. Karena belum punya link buat ubah tampilan, Yusuf berburu melalui dunia maya. "Dari Facebook menemukan bengkel cat. Kebetulan lokasinya enggak jauh dari rumah," papar pria yang tinggal di Taman Harapan Baru, Bekasi ini. Pilihan cat dipilih yang simpel tapi kombinasinya menarik. "Ganti cat sudah dilakukan yang ketiga. Kuning dan hitam paling lama bertahan lama," kekehnya. Setelah cat tampil beda, bikin Yusuf enggak segan lagi naik motor. Walaupun mesin masih standar. Hampir setiap akhir pekan Ninja kuning ini diajak jalan-jalan. Bahkan belakangan ini perjalanannya sampai ke Bali bersama rekannya di GATE (Globebuster Adventure Team). Tak ketinggalan setiap habis dipakai langsung masuk salon motor biar tampilannya tetap kinclong. Dari perjalanan ke Bali itu, Yusuf mulai kepincut variasi yang nempel di motor rekannya. Padahal sebelumnya ia paling cerewet variasi. Enggak bisa sembarang pasang atau ganti. Kalaupun ganti mesti yang lebih bagus dan keluaran pabrikan Kawasaki langsung. Bukan variasi. Nggak makan waktu lama Ninja pun menginap di bengkel SSK di Pekayon, Bekasi. "Semua part OS produk SSK yang nempel atas permintaan pemilik," tutup Chu Onk juragan SSK. (motorplus-online.com) Data Modifikasi Ban depan : Battlax 120/60 - 17 Ban belakang : Battlax 150/60-17 Knalpot : Yoshimura Master Rem : Kitaco SSK Motorsport : (021) 82420363

Honda XL, Motor Bang Mandor


Banyak yang kecele tunggangan Tonny Aditawarman. Sekilas orang kira Honda CB100. “Padahal ini asli Honda XL. Nyaris serupa memang dengan CB. Namun tampilannya rada gambot ketimbang CB,” buka Tonny Onchew, sapaan karibnya. Sedikit mengulas riwayat XL ini, sekitar taun 80-an, merupakan kendaraan dari instasi pemerintah. Kerap digunakan dinas pertanian serta perhutani. Apalagi ditambah kapasitas mesin 125 cc, layak diandalkan menyusuri perkebunan serta hutan. Kini di tangan Oncew, tampilan standar Honda XL berubah 180 derajat. Bentuk terkesan lebih berotot dan semakin kekar. “Selain memang kerap digunakan nyu­sruk alias ikutan adventure, juga se­ring dipake jika sedang jadi juri dalam balap grasstrack,” ujar anggota biro roda dua Pengprov IMI Jabar ini. Guna mengejar tampilan motor petualang, Oncew coba terapkan tema sesuai bentuk trail adventure tersebut. Bahkan ditambah variasi pendukung hingga detailnya. Pertama, peredam kejut depan. Sok asli dari Suzuki TS125 diterapkan guna mengejar tampilan tinggi. Ini juga menyesuaikan postur tubuh Oncew. Ditambah pemasangan pelek TK diameter 21 inci. Sedang belakang sengaja dipasang diameter 18 inci yang ditopang sokbeker YSS. Kedua pelek tersebut lantas dibalut ban Kenda tipe Enduro dan Track Master yang identik dengan alur model tahu.
Guna penunjang tampilan, variasi pendukung lantas diterapkan. Setang dipasang dari Protaper, untuk handguard dipercaya produk UFO. Warna oranye ngejreng hasil laburan dari bengkel cat Mif Aibrush yang beken di Tasikmalaya, sengaja dipilih Oncew. Sedang unsur pemanis guna mengejar tampilan kental motor adventure, dipasang stiker model decals garapan dari Hawex Custom. Urusan mesin, kapasitas mesin XL yang 125 cc dianggap kurang mumpuni. Untuk itu, mesin terpaksa adopsi dari Honda Tiger yang memiliki kapasitas 200 cc. Namun tidak semua mesin Tiger nemplok. Untuk rasio tetap mengusung punya XL yang punya 5 percepatan. Sebagai penyuplai bahan bakar, kaburator 24 Keihin dipasang. “Saluran pelepas gas buang bagian lehernya handmade, sedangkan silencer dari SND,” jelas Once sambil bilang suaranya kini lebih padat. Yang bikin heboh, motor ini sempat ada yang berani nawar 20 jeti lho. Namun Oncew enggan untuk menjualnya, dengan alasan sayang jika sampai dijual. “Tapi, kalo ada yang berani Rp 25 juta, di­ju­al deh, “ kekeh Tonny Oncew. (www.motorplus-online.com) DATA MODIFIKASI Teromol : KLX 150S Sepatbor : Acerbis CDI : BRT Tail lamp : Zeta

Honda C-50, Choppy Chub Kumaha Aing


Kumaha aing atau terserah saya, ungkapan bebas dalam hal berekspresi, coba dituangkan Salim Bajri pada modifikasi Honda C-50 atau biasa disebut Pispot. Tema yang dipilih menganut model choppy cub, namun tidak terlalu pakem deng­an aroma kental dari modif tersebut. Tampilan choppy cub aslinya terkesan simpel. Makanya nyaris seluruh bodi dipangkas, hanya menyisakan beberapa detailnya saja. “Mulai dari frame tengah hingga buritan, kena proses mutilasi. Sedang­kan rangka depan tetap dipertahankan aslinya, “urai Yudi Satria, builder Ape Motorcycle (AM) yang didaulat mengubah pispot. Langkah awal Yuza fokus sektor rangka. Bagian tengah yang mencakup tangki serta buntut belakang kena papas. Paling mudah tangkinya. Karena tangki C-50 umumnya terpisah dengan rangka. Makanya kerap disebut dengan motor Pispot. Sedangkan bagian jok, Yuza sepertinya paham dengan tema konsep yang diusung. “Dipilih bentuk yang sedikit rata dan tidak terlalu besar menyeimbangkan bentuk bodinya,“ ungkap Yuza.
Karena tangki aslinya dicabut, Yuza mene­rapkan tangki hasil custom untuk dipasang pada bagian tengah frame sebagai penambahan bentuk agar tekesan padat. Lanjut sektor depan. Peredam kejut dipasok dari miliknya Honda GL100 yang dipercaya ampuh menahan laju beban pada jalan yang terjal sekalipun. Ditemani setang model z-bar yang sesuai dipadukan konsepnya. Sedang buritan, sok YSS disandingkan swing arm Honda Grand. Guna mengejar bentuk dan menyamarkan kesan padat, saluran buang dipilih rada gambot. “Bekas motor matic, “ tutup Yuza yang buka gerai di Jl. Perjuangan No. 70, Majasem, Cirebon. (www.motorplus-online.com) DATA MODIFIKASI Ban depan : IRC 2,75-17 Ban belakang : IRC 3,00-17 Knalpot : CLD AM : 85224387676

Yamaha Filano, Beri Kesan Mewah dan Elegan


Skubek model terbaru dari Yamaha Thailand dengan model matic Eropa mulai ramai di pasaran. Seperti Yamaha Filano ini. Bahkan, sebelumnya Yamaha Thai juga sudah mengeluarkan skubek serupa yang mengusung nama Yamaha Nozza. Perbedaan keduanya, sepertinya hanya sebatas peruntukan. Nozza seakan hadir dengan konsep atau desain yang lebih girly alias cewek banget. Tapi, di Filano, desain yang ditawarkan lebih berkesan cowok banget. Atau, bisa dibilang unisex kali ya. Tapi, kalau bicara soal spesifikasi engine, keduanya tetap sama. Artinya, tetap memiliki volume silinder 113 cc. Begitu jua dengan sistem pendinginan mesin. Tak aplikasi radiator, tapi menggunakan sistem injeksi terbaru Yamaha. Yaitu, YM-Jet FI. Lanjut! Yamaha Thailand ingin Filano ini tampil lebih memukau. Tentu agar konsumen makin tertarik buat memiliki skubek yang aplikasi lingkar roda 12 inci ini. Maka, momen Bangkok Motor Show 2012 jadi ajang tepat buat angkat Filano lebih eye catching. Tentunya, lewat pacuan yang sudah alami modifikasi. Seperti yang sobat lihat sekarang ini. Ciri khas skubek desain Eropa, lebih dimunculkan lewat beberapa ubahan di skubek pabrikan Jepang. Sebut saja lewat permainan cat dan pemakaian aksesori yang lebih kuatkan kesan elegan dan mewah juga fancy.
Misalnya lewat balutan warna dasar putih yang juga banyak digemari di dunia buat pacuan roda dua atau roda empat. Tapi, pancaran kemewahan ini, dipertegas lagi lewat kelir krom yang menghias bodi layaknya striping. Pemberian kelir krom itu terlihat mulai dari sepatbor depan hingga ke bodi belakang. Terutama di sisi bodi samping. Kelir krom itu juga mempertegas antara bodi samping dengan cover dek di bawah jok pengendara. Biar lebih terlihat mewah juga klasik-modern alias retro, Filano ini juga mengaplikasi variasi grill dari pipa krom. Terutama buat di bagian samping cover depan. Pancaran kemewahan ikut disumbang lewat pemakaian sok depan ala upside down yang as-nya berlapis kelir emas. Mahal! Spion Custom Permainan warna cerah dan bersih juga berimbas hingga ke setang. Seperti halnya hand grip. Sepintas, part pelapis setang ini seakan terbuat dari bahan aluminium billet hasil proses CNC. Tapi, kalau dilihat lebih dekat lagi, grip ini terbuat dari bahan karet, lho. Hanya saja, bagian ujungnya memang dari aluminium. Buat imbangi hand grip ini, Filano coba mengaplikasi spion custom. Modelnya, ciri khas pacuan chopper. Memang niatnya ingin membuat skubek ini tampil lebih klasik. Tapi, rasanya model yang diaplikasi malah kurang mendung tampilan keseluruhan tuh. Rasanya bentuk bulat atau oval justru lebih cocok. (motorplus-online.com)

Yamaha V75, Spesial Buat Jerry


Bikin anak senang, berbagai cara bisa ditempuh. Seperti dilakukan Thomas untuk putranya, Michael Jerry. “Mau bikinin kendaraan spesial buat anak. Tapi, yang beda dari yang lain. Alih-alih pengganti sepeda, bro,” ujar warga Jl. R.E Martadinata, Cilacap, Jawa Tengah ini. Akhirnya, tercetus ide ketika melihat Yamaha V75 lawas yang lama teronggok di gudang. Seluruh rangka dipotong! Yang diambil, cuma bagian komstir dan mesinnya saja. Karena di bagian itu terdapat nomer rangka dan nomer mesin. Rangka dibangun ulang. “Karena Jerry masih duduk di kelas III SD. Jadi, harus dibuatkan frame baru, agar sesuai tinggi anak. Frame dibuat dari pipa baja diameter ¾ inci,” papar Thomas lagi.
Mengakali agar sumbu roda tidak terlalu panjang, mesin V75 lansiran 1980 yang masih 2 langkah ini dipasang berdiri. “Untuk mesin 2-tak, walaupun mesin dibuat berdiri itu tidak pengaruh. Karena, oli hanya berada di seputar mesin saja dan tidak melumasi piston,” terang pemilik bengkel Damai Jaya ini. Lho, koplingnya kering dong? Sok depan pun, ikut menyesuaikan tinggi anak. Dipilih suspensi milik Yamaha Vega yang di potong 5 cm pada bagian bawahnya. Lalu, dikombinasikan ke segitiga Honda CB125. Tujuannya, agar bisa menempel presisi di komstir orsi yamaha V75. Plus, pakai setang sepeda BMX agar pas buat cengkraman Jerry. Lengan ayun belakang juga dibuat lebih minimalis dan pendek. Tujuannya, supaya pelek 8 inci milik Vespa lawas bisa masuk. Dimaksudkan agar posisi motor tidak terlalu panjang. Sehingga Jerry pun mudah mengendalikan laju motor. Langkah terakhir, di pasang jok sepeda BMX. Tak tertinggal, seluruh tubuh motor disemprot warna oranye bernuansa grafis yang digarap oleh 3 Paint Air Brush. Kini, pacuan Jerry jadi tampil beda! (www.motorplus-online.com) DATA MODIFIKASI Ban depan : IRC 3,00x8 Ban belakang : IRC 3,50x8 Knalpot : Custom Cakram depan : Custom

Vespa Excel, Aroma Italia Rasa Jepang


Vespa Excel besutan Firman Priangga dari Ram’s Racing Team terbilang aman. Mesin ogah drop meski melahap 16 putaran pada Vespa Balap Indonesia Cup Race 2012 seri 2 di Sentul Kecil lalu. Rahasianya, cuma ‘menu’ Italia yang dipadu cita rasa Jepang. Laper.. Sampeyan tahu, aliran gas bakar di mesin Vespa diatur rotary. So, masuknya gas bakar menunggu putaran kruk as. Sistem ini gak cocok diaplikasi di balap. Karena, putaran mesin balap tinggi, gas bakar kerap tekor. Maka perlu dipadu cita rasa Jepang. Yaitu cangkok katup buluh atau reed valve. Menu inilah yang dimasak Saefudin, koki Ram’s Motor yang jagoan Vespa.
Lubang isap dijarah 3 mm agar membran Malossi bisa duduk manis. Diikuti suplainya dibenahi. Menggamit Keihin 26 milik Kawasaki Ninja R150. Untuk setingan Sentul, spuyer yang tepat kombinasi main-jet 160 dan pilot-jet 50. Lumayan besar. Tapi, bukan ga ada tujuan. Spuyer segini cocok diaplikasi buat Sirkuit Sentul kecil yang rolling speed memanjakan putaran atas. Selain itu, dengan suplai bahan bakar melimpah, temperatur mesin lebih dingin. (motorplus-online.com) DATA MODIFIKASI Ban : Bridgestone 3.50-10 Sok belakang : Kayaba Koil : Yamaha YZ

Kawasaki Ninja 250R, Merantau Demi Tampil Keren!


Tinggal di Bogor tidak menyurutkan niat Stanley Tedjakusuma membuat motornya tampil cantik. Langkah modifikasi tetap dilakoninya meski harus jauh-jauh merantau ke Ibu Kota, Jakarta. "Abisnya bosen juga liat tampilan motor yang gitu-gitu aja. Pengen motor saya ini telihat lebih sporty dan sangar,” tutur Stanley. Nah, klop dengan saran Danne Motor, cara mudah tampil sangar adalah dengan kaki-kaki moge. Sejak awal, modifikasi Ninja 250R ini memang digawangi oleh Danne Motor. Kompor juga meledak gara-gara Danny, pemilik Danee Motor menyarankan untuk melakukan modifikasi di Jakarta. Tentunya dengan alasan kemudahan mendapatkan komponen limbah yang akan dipasang. Enggak salah bila akhirnya Danny menunjuk Baru Motor Sport (BMS) di Palmerah, Jakarta Barat. Rumah modifikasi yang satu ini terkenal dengan dagangan limbah moge kualitas bagus. Selain menebus sokbraker depan upside down Suzuki GSX-R 1000 limited, pemasangan limbah juga sekalian saja dilakukan di sana.
Begitu juga dengan swing arm Honda CBR 1000RR dan pelek bawaan Suzuki GSX-R 1000 yang sekalian diset ulang khusus untuk Ninja 250R. Tak lupa kaliper rem depan tipe radial dari Tokico disematkan. Setelah kaki-kaki makin kekar, tinggal urusan bodi. Yang satu ini juga tidak pake ribet. Satu set body kit custom yang terbuat dari fiber ini langsung ditebus. Karena sudah disetting untuk Ninja 250R pemasangannya jadi enggak ribet. "Enggak ribet, tinggal pasang aja," beber Denny yang melakukan perakitan bodi di bengkelnya sendiri di Jl. Achmad Adnawijaya No 12A, Pandu Raya, Bogor. Sayangnya desain bodi bolt on ini banyak yang kembar. Biar enggak pasaran, kelir dibuat beda. Dipilih motif Red Bull. Minuman berenergi ini sudah bukan barang baru balap dunia. Pada Ninja 250R milik Stanley ini sedikit banyak desainnya terbengaruh pacuan Red Bull Rookies Cup. Logo bantengnya besar terlihat di samping fairing. Keren bro!
Sisanya tinggal memasukan komponen variasi seperti footstep, setang dan beberapa pernik kecil. “Untuk mesin tidak ada perubahan, hanya mengganti knalpot dengan leo Vince. Maklum karena dipakai harian, mesin lebih baik standar,” tutup Stanley, yang tidak mau motornya menjadi terlalu boros karena dikorek. (motorplus-online.com) DATA MODIFIKASI Ban depan : Pirreli Diablo 120/70-17 Ban belakang : Pirreli Diablo 190/55-17 Pelek: Suzuki GSX 1000 Setang : Zox Frame slider: Kitaco Spidometer : Koso Modifikator: Danee Motor & Baru Motor Sport (BMS)

Suzuki GS 400, New Cafe Race


Siapa yang tak kenal dengan Suzuki GS 400 yang akrab di telinga lewat panggilan Suzuki Bandit. Seperti tunggangan milik Marcel Darwin ini. Motor yang memiliki bentuk gagah dan body bohay layaknya Julia Perej ini, dirombak dengan tema New Café racer oleh Donny Permana, sang modifikator dari Hantu Laut (HL). "Ciri new café racer, bisa dilihat di jok yang biasa merata sekarang jadi sedikit nungging layaknya pacuan MotoGP tapi enggak pake fairing,” canda Donny, modifikator nyentrik ini. Dukungan part original Suzuki Bandit, dirasa sudah mumpuni dukung tampilan new café racer yang dianut. Tinggal benahin di beberapa bagian biar keluar auranya. Untuk step awal, bagian frame mulai 'digauli'. Doi menggunakan teknik stock costum.
Artinya, 50% sasis tengah masih standar dan 50% lagi menggunakan pipa hollow tebal 2 mm. Sasis baru ini, buat bagian sub frame. Proses penyambungan sasis hanya menggunakan las acetylene. Enggak lupa juga, dibuatin dudukan aki di rangka baru yang terletak tepat di bawah jok. Buat dukung konsep aliran new café racer, tangki standar Suzuki Bandit terlalu kecil. Sehingga, tema kurang kental tercipta. Maka itu, Donny membentuk ulang tangki standar dengan pelat besi tebal 0,8 mm agar berubah wujud menjadi lebih semok nan indah. Uniknya, di setiap motor yang di bikin Donny, lubang tutup tangki tidak berada di tengah. Tapi, berada di sebelah pinggir yang tak simetris. “Itu dia bro yang bikin khas dan beda dari orang lain. Sebenarnya simpel sih, tinggal dibikin miring aja kok,“ kekeh Donny. Wah, asal jangan otak modifikatornya aja yang dibikin miring. He..he..he...
Ciri kental café racer juga ditum-pahkan lewat pembentukan buntut yang menyerupai ekor tawon. Buntut ini terbuat dari pelat besi 0,8 mm. Biar semakin macan alias manis cantik, pelat besi yang sudah dibentuk itu dicelup cairan nikel atawa krom. Tapi, buat tangki doi enggk mau ikutan dilapis krom. "Nanti kalo dikrom, sama dong seperti karya yang sebelumnya," timpal Donny. Pemilihan kelir putih kombinasi silver terlihat ciamik dengan bentuk grafis membulat di depan dan melancip di belakang tangki. Urusan cat dan clear, adopsi Spies Hecker.
Konsep cafe racer tak lengkap tanpa riding style merunduk layaknya motor balap. Akhirnya, Donny putuskan dibikin setang dari pipa besi. Layaknya setang jepit, kemudi baru ini pun dipasang di as sok. Gaya riding seperti ini, pasti bakal bikin badan pegal kalau dipakai turing. Oh ya.. Ada juga alasan khusus kenapa Marcel pilih Bandit buat jadi semplakan utamanya. Marcel yang juga dipenuhi kesibukan shooting buat acara televisi ini, ingin dapat parkir spesial kalo nongkrong di mal. "Kan bisa masuk ke parkir moge tuh,” tutup Marcel lagi. (motorplus-online.com) DATA MODIFIKASI Kalpot : Custom Headlamp : Variasi Stoplamp : Variasi Ban depan : Pirelli Diablo 180-55/17 Ban belakang : Pirelli Diablo 120-55/17

Honda New Blade 110, Solusi Untuk Sasis Baru

Awalnya, Ariawan Wijaya dari Baru Motor Sport (BMS) menanggapi dengan enteng order modifikasi dari Yudi sang pemilik Honda New Blade ini. Meski permintaanya ubah total bodi dan kaki-kaki, tetap saja dianggap enteng. Sampai akhirnya modifikator yang disapa Ari ini sadar kalau sasis Honda Blade lama dan New Blade benar-benar beda! "Waduh, ternyata beda banget!" buka Ari sambil pusing di bengkelnya yang terletak di Jl Palmerah Barat No.25A. Tanah Abang, Jakarta Pusat. "Desain bodi custom lama jadi enggak bisa dipakai. Mau enggak mau harus cetak bodi fiber baru. Tapi karena yang punya motor sudah cocok dengan bodi ini, desainnya tetap harus dipertahankan," jelasnya. Lebih jauh Ari menjelaskan kalau rangka New Blade lebih lebar. Terutama di bawah jok, New Blade punya bagasi yang lebih besar sehingga rangka lebih keluar.
Meski repot, bodi anyar ini terlihat lebih keren. Lampu depannya nampak mirip Honda CBR 600RR. Bagian sampingnya juga terlihat lebih berisi. Buntutnya meruncing ke atas hasil ubah sedikit sasis buritan. "Buntut sedikit lebih panjang dari body custom untuk Blade lama," terang Ari yang tetap mempertahankan boks bagasi di bawah jok. Tampil keren dengan baju baru tapi tetap fungsional. Untuk kaki-kaki, limbah Honda NSR 150SP jadi pilihan. Barang langka ini punya ciri single swing arm di roda belakang. Makin eksotis kan! Pemasangan single swing arm ini cukup ribet, baik swing arm dan rangka New Blade harus di setting ulang.
Sedang untuk roda depan, hanya pelek dan disk brake dari NSR 150SP yang diambil. Suspensi depan tetap mempertahankan standar. Tapi enggak bisa langsung masuk karena pelek terlalu lebar. Solusinya segitiga harus dibuat ulang. Untuk setang dan panel indikator diambil dari Yamaha X1-R. Proses modifikasi yang makan waktu lebih lama dari rencana karena masalah bodi ini diakhiri dengan pengecetan dengan teknik airbrush. Motif ala Amerika sengaja dipilih dengan warna dasar merah-putih. (motorplus-online.com) Data Modifikasi Bodi custom: BMS Pelek depan-belakang: Honda NSR 150SP Swing Arm: Single Arm Honda NSR 150SP Monoshock: Honda NSR 150SP Knalpot custom: BMS Setang: Yamaha X1-R Panel Speedometer: Yamaha X1-R BMS: 081915113717

Honda Tiger, Bodi Standar, Asal

Saat ini aliran café racer, brat style atau lainnya yang bergaya vintage banyak diterapkan di Honda Tiger. Tapi, tidak pada kuda besi milik Aldy Baztardoz. Pria yang aktif di Honda Tiger Maingling List (HTML) Jakarta Timur ini, tetap pede lewat bodi orsinil Tiger. Tapi, ada syaratnya! Wah, macam Mbah Dukun aja nih pakai syarat segala! He..he..he... “Desain Honda Tiger udah macho dan gagah, makanya saya pertahankan bodi asli,” buka Aldy. Begitunya kaki-kaki tak dibiarkan standar. Kaki gambot ini pun seakan jadi virus juga di kalangan komunitas mereka. Ternyata, itu dia syaratnya! Kaki besar nan gagah, dimainkan lewar limbah moge. Keterbatasan Aldy modifikasi sendiri pacuannya, ditutupi Aji. Doi, owner Aji Motor di Jl. Raya Akses UI No.45 Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
Sok depan dari Yamaha V-Max. Sedangkan pelek depan-belakang pakai dari Honda CB400. Alasan Aldy pasang sok depan dari V-Max, karena kebetulan dapat murah-meriah. Dia tebus Rp 2,5 juta, berikut master rem dan kalipernya. Penyesuaian sedikit dilakukan. Itu karena tinggi sok Tiger dengan V-Max berbeda. As sok dipotong 5 cm. Setelah itu, per ulir yang di dalam tabung sok juga dipotong. “Kalau banyaknya ulir yang dipapas disesuaikan empuk-kerasnya sok sesuai keinginan Aldy. Tapi, di Tiger ini dipotong sekitar 3 ulir,” tambah Aji. Kaki depan yang gambot, diimbangi swing arm belakang yang aplikasi dari CB400. Kebetulan banget, doi dapat part penopang roda belakang ini dari temannya. Dan, memang sudah dimodif untuk Tiger. Jadi, tinggal pasang alias bolt on.
Kaki yang gambot, membuat Power Weight To Ratio (PWTR) berubah. Engine Tiger, dipaksa membawa bobot lebih berat selain rider. Maka itu, engine terapkan ala korek harian. Silinder blok dijejali seher Tiger oversize 50 yang ditambah karbu Keihin PE28. Selain itu, doi juga pakai radiator milik Yamaha Jupiter MX 135LC. Tapi, fungsinya bukan sebagai radiator tuh. Melainkan, oil cooler. Caranya, tutup radiator dimatikan fungsinya. Begitunya oli tetap bersirkulasi layaknya oil cooler. Oke deh! (motorplus-online.com) DATA MODIFIKASI Ban depan : Battlax BT92 120/60-17 Ban belakang : Battlax BT92 160/60-17 Sepatbor depan : Honda CBR250 karbon Setang : Yamaha YT CDI : BRT

Suzuki Satria FU150, Wujud Suami Sayang Istri

Wujud suami sayang istri diungkapkan Anju Simon terhadap Intan Vera Rama. Ketika masih pacaran, Simon masih pakai Suzuki Satria 120R. Saat itu, sang istri ingin pria yang tinggal di Slipi, Jakarta Barat itu memiliki Satria FU150. Kini keinginan itu terpenuhi sudah. “Tapi, setelah punya, justru saya ingin kasih kejutan buat istri. Dari dulu dia ingin punya motor berwarna pink,” sebut pria yang sudah setahun lebih menjalani bahtera rumah tangga itu.
Tapi, tentunya tidak serta-merta warna itu dilabur ke bodi. Apalagi motor ini juga dipakai harian. “Desain dibuat agar pink ini lebih terlihat eksotis dan sporty juga,” kata pria yang tugas di Pemadam Kebakaran wilayah Jakarta Barat itu. Urusan pengecatan dilakukan di Pacie Airbrush di daerah Cikini, Jakarta Pusat. Konsep terpenuhi lewat paduan warna pink-putih-hitam. “Malah tadinya ingin ada gambar babi lucu. Tapi, sayang karena untuk kejutan di hari ulang tahun istri, waktunya tidak terkejar,” sebut pria yang juga tergabung di Jakarta Satria Club ini. Indahnya cinta! (motorplus-online.com) DATA MODIFIKASI Ban depan : IRC 80/90-17 Ban belakang : FDR MP57 90/80-17 Footstep : Yoshimura Pelek : Baros Excel 1,85x17 Tuas Rem : Ride IT

Motor MotoGP ala Zul Zivilia

Jakarta - Padatnya jadwal manggung sana sini tidak bisa menghentikan vokalis band Zivilia, Zulkifli untuk menyalurkan hobi memodifikasi motor kesayangan. Kali ini Zulkifli merombak tampilan Honda CBR 250 R tahun 2011. "Saya emang suka motor, dan saya memang sengaja mengubah tampilan Honda CBR250R milik saya, karena sangat jarang para pemilik CBR yang mengubah keseluruhan motornya, dan saya cukup puas," ucap Zulkifli saat ditemui di bengkel modifikasi Tauco Custom yang berada di Jl. Kebagusan Raya No. 99, Jagakarsa, Jakarta. Warna kuning dominan yang diselimuti warna hitam, terlihat menawan dan elegan layaknya motor sport sekelas MotoGP. "Saya memang sengaja memilih warna kuning, karena saya sangat senang dengan warna kuning. Saya juga punya gitar berwarna kuning," ujarnya sambil tersenyum bahagia. Perubahan berarti terlihat di setiap lekuk tubuh CBR 250 R milik Zulkifli, pada bagian depan dan belakang. Bagian depan sangat menempel sebuah headlamp proyektor untuk mobil. "Ini merupakan perubahan dari konsep yang diambil dari desain MotoGP Honda RC212V milik Casey Stoner. Dan ini merupakan bentuk dari sebuah motor sport sejati," ucap Topo Goedel Atmodjo Boss dari Tauco Custom. Selain lampu proyektor tampilan kesan MotoGP juga terlihat pada swing arm, Knalpot karya kwangen custom products. Begitu juga dengan bodi pelat galvanis 0,8 mm yang juga digarap oleh Tauco Custom. Untuk memperkuat tampilan, Topo mengubah bagian kaki, seperti Shock depan yang menempelkan milik Aprilia 250. Selanjutnya Topo juga menggunakan pelek depan dan belakang milik Suzuki GSX 400, yang keduanya dibalut oleh ban Battlax. Dengan ukuran 110/70/17 bagian depan dan belakang 150/70/17. Serta sentuhan terakhir, dengan ikut menempelkan Foot peg variasi BIKERS Thailand. "Ubahan yang mengutamakan riding position dan berpedoman pada segitiga kenyamanan. Memang saya sesuaikan untuk sebagai seorang entertainer atau anak band Zivilia yang bisa menjadi trend setter di dunia hiburan," tutup Topo dengan santai.

Yamaha Byson, Ubahan Ala Ducatson


Kayaknya bosan mendengar alasan pengguna Yamaha Byson dalam modifikasi. Byson sudah tampil kekar dan sangar, tapi dianggap masih kurang kekar. Seperti yang dibilang Sutrisno, juga sama. “Kurang kekar!,” teriak bro yang senang kumpul dengan komunitas itu. Maka itu, bikers yang kooordinator wilayah klub BYONIC (Byson Yamaha Owner Indonesia Club) Jakarta Timur ini, mengajak Byson fitnes. Biar mirip, macam binaraga Ade Rai berotot kekar. Pastinya memiliki otot yang kekar butuh proses dong. Pembentukan awal dimulai dari tangki. Tangki yang berbentuk bulat seolah layaknya lemak berlebih di perut. Tangki dibuat jadi six pack. Caranya lewat aplikasi kondom dari bahan fiberglass. Soal model, mengikuti wadah bahan bakar moge Yamaha FZ8. Makin oke, kondom tangki ini dilabur kelir putih kepunyaan Danagloss. Buat urusan ini, Trisno order langsung ke bro Dadang Yudiarto yang buka workshop di Jl. Sukamulya, Patung Panda, No. 1, Pasteur, Bandung. Usai bermain tangki, vitamin pembentuk otot juga diminum Byson ini. Begitunya, otot lebih keluar. Caranya, lewat pemakaian sasis tubular di sisi samping kiri-kanan. ‘Otot tambahan’ ini dibuat dari pipa besi diameter 1,5 inci. Cara bikinnya, dilas menggunakan las acetylene. Part yang bisa bikin motor lebih berotot ini adalah kerjaan dari bengkel las Yanto yang ngendon di Jl. Raya Pekayon, No. 6, Jaka Setia, Bekasi Selatan. Biar kesan otot makin keluar, sasis tubular itu diberi keli merah juga dari Danagloss. Pemasangan rangka tubular ini cukup bolt-on aja. Dudukan frame tambahan ini dipegang baut 10 yang terletak di lubang shroud standar Byson. Sedangkan dudukan bawah, ikut nimbrung di baut engine mounting belakang mesin. Giliran sok depan yang diajak fitnes! Tetap pakai sok depan standar Byson yang sudah besar, tapi bagian as sok dikondom pakai pipa besi diameter 2 inci. Biar tampak dominan, kondom sok itu dikelir emas.
Layaknya binaraga beraksi diatas panggung, maka pakaian hanya menyisakan underwear saja. Hal itu dilakukan sama di Byson ini. Agar permainan otot makin terlihat, ‘baju belakang’ pun dibuka. Wow.. sudah kaya atlet binaraga yang lagi kontes tuh. "Meski dibuka, tapi tetap perhatikan safety. Sepatbor belakang masih dipertahankan. Tujuannya, biar stoplamp dan sein bisa nempel," beber Trisno yang juga karyawan salah satu perusahaan dibidang alat-alat teknik ini. Mengimbangi otot dan tubuh yang kekar, engine ikut dibore up. “Pakai piston Honda Tiger oversize 150. Sisanya, porting polish lubang exhaust dan intake, biar enggak ketinggalan kalo turing jauh bareng temen-temen dari BYONIC,” seru pria yang karburatornya aplikasi mainjet ukuran 125 dan pilot-jet 17,5. Setelah semua kelar dibikin kekar, tampilan malah mirip motor keluaran negara Italia, Ducati. Makanya teman satu klub Sutrisno ngasih nama guyonan buat motor ini, "Ducatson" yang artinya motor Byson yang mirip Ducati. Namanya enggak kebalik tuh? Motor sudah kekar bin sangar. Tinggal yang punya tuh yang dibikin kekar, biar seimbang. He...he...he... (motorplus-online.com) DATA MODIFIKASI Lampu depan: Honda Scoopy Handel rem : Ride It CDI : BRT I-Max Ban belakang: Battlax 150/60-17 Ban depan : IRC 110/700-17

Wednesday, June 6, 2012

Auto-Expo 2010- India

What better way to start the New Year for the car enthusiasts than the new wheels coming in at The Auto Expo 2010, at Pragati Maidan, New Delhi, from 05-11 january. With over 2 million visitors, this Auto Expo was the biggest in terms of  footfalls, and all the hotshots of the automobile industry realizing and perceiving the potential of Indian market. India’s emergence as a major market and a hub for the global auto industry was reinforced at this year’s Auto Expo that concluded on January 11, 2010, saw the launch of an unprecedented 72 vehicles in virtually every segment by domestic and multinational companies.
Autoexpo
Autoexpo
“The success of the expo is a testimony to India’s emergence as a global manufacturing hub”, that is what Jyotiraditya Scindia, Union Minister of state for Commerce and Industry, had to say on the valedictory function of the 10th Auto Expo.
With automobile giants capitalizing on the idea “Made in India, for the world”, every company seems to be eyeing India for launches across various segments of automobiles.
Be it, hatchbacks, sedans, SUV’s, MUV’s, luxury cars, motorcycles, commercial vehicles, companies want to develop more in all these segments by increasing their market share in all the segments, and what better market can it be than India which is growing at a phenomenal rate.
The first Auto Expo I attended was in 2006, second one in 2008, and I was lucky enough to visit it in 2010 as well ! As it was a record-breaking expo in terms of footfalls, I could sense that in the first 15 minutes I entered the venue. Well I managed to visit almost all the pavilions amidst the heavy rush, and could manage to catch a glimpse of all that was on display.
The first pavilion that I got to visit was of Ashok Leyland, and I admit that the moment I saw one of the trucks I was impressed by their design! They now look much more appealing and updated. And of course the engineering gone into them is as impressive, as these trucks had a carrying capacity of 40-75 tonnes. So Leyland showed off its might with its new range of trucks across various utilities, which they claim are greener as well.
Then next I happened to visit the Mahindra pavilion, and once again what caught my eye was their new range of trucks. Yes Mahindra has entered the heavy vehicle segment as well, and this new venture being called “Navistar”. Even they did their bit of going green by making their smaller utility vehicles go electric or CNG compliant.
Volvo made their presence felt by showcasing their range of buses and trucks, and they also showed their concern about the environment by displaying the intra-city bus that was CNG compliant.
As I moved around the venue for the next few minutes, I saw the customized cars by DC, and also the JCB diesel max, the one that they claim broke the speed record by going beyond 500 kmph, the fastest ever by a diesel run car.
One would expect the world’s biggest carmaker to put up a grand show if they are to launch a new product, and that’s exactly what Toyota had done to launch and promote their new “Etios”. Toyota left no stone unturned in attracting attention of everyone present there with musicians and dancers to match the standards.
Toyota Etios
Toyota Etios
Other than that there were the mean machines that Toyota boasts about all around the globe, yes, the “Land Cruiser” and all its variants. Also present was the famous “Prius”.
Moving onto Honda, another Japanese engineering marvel, one could see “Jazz” displayed in various designs and graffiti. Then there were the usual “City”, “Civic” as well.
After catching up with entertainment customizations from JBL, I moved on to the pavilion of Royal Enfield where I could see the newly launched single seater models, and I must say the colors available do make them really stylish !
Then came something that made the bike enthusiasts skip a beat, it was the big brother of all the motorcycles, Harley Davidson, and I wont be justifying these huge bikes unless I do call them mean machines. It just suites their huge dimensions and big engines. They surely are a true biker’s delight or should I say a true biker’s dream!
Harley Davidson
Harley Davidson
Yamaha too made it big with its ravishing sport bikes.
The next crowd puller was Hyundai’s “Genesis” which was acclaimed as 2009’s North American car of the year. Another cynosure from Hyundai was the “I-mode”. Other than these there were “Accent”, “Sonata”, “i20” and a green-tech “i10”.
I also managed to catch a glimpse of a Lamborghini ! It was parked at the pavilion of Autocar India magazine, one of the leading car magazines in India.
Lamborghini
Lamborghini
Next thing that caught my eye was something parked out in the open, because it was too big to be parked inside a building. It was one of Tata’s new range of trucks called “Prima”, and I must admit it was a headturner!
Tata Prima
Tata Prima
Then next I went onto to the pavilion of world’s third biggest carmaker, Volkswagen, and the attention gatherers there were the “Polo” and “Beetle”. Other than that there were “Toureg”, “Jetta” and “Passat”. One thing different about VW is that at such expo’s they do their bit by giving out freebies like posters, handbags, keychains etc. They do know how to make their presence felt and that too with a smile !
Volkswagen Polo
Volkswagen Polo
Skoda managed to pull the crowds with their SUV “Yeti”. Other than that there were “Superb” and “Laura”.
The next pavilion was the Tata’s passenger car stall which had cars’s from Tata as well as the newly acquired Jaguar and Land Rover. The one’s that made the camera’s click were Tata “PrIma”, “Aria”, certain models of Jaguar and the “Range Rover Sport”.
Tata Aria
Tata Aria
Fiat made its presence with its small car “500”
Mercedes made the impact with the launch of its new utility vehicle “GL class”
General Motors made their splash by launching the Chevrolet “Beat”.
Well I made my exit after this much, mostly satisfied and contented, but something that needs to improve is not in the infrastructure but in the management of huge numbers of visitors that throng this expo. I feel the movement of visitors inside the venue should be more streamlined, for example the entry and exits, because the number of visitors are going to go on increasing.
To sum it all up and to summarize what I feel is expected to make it big in the time to come is, Etios from Toyota, Polo from VW, Aria from Tata, Prima trucks from Tata, Beat from Chevrolet, small cars from Maruti, Harley Davidson bikes for their debut on Indian roads. Rest we can wait and watch.
Happy & Safe Motoring.

Small is making it BIG !

Sports cars and sedans might be what every avid driver secretly yearns for but when it comes to the reality of day-to-day life many will choose a  hatchback instead. Combining the practicality of the family cars on which they are based with strong performance and sharp handling it is easy to see the appeal. Never before has there been a wider range of hot hatchbacks on sale from frantic city cars to 300bhp’s !
The ups and downs of the decade gone by have taught us that it can sometimes pay to be frugal with your automotive purchases. Hatchbacks are among the most frugal choices on the market as many models in this segment offer both excellent fuel economy and extremely affordable pricing. Of course, they also boast the other sterling attributes that we associate with vehicles in this segment: ample cargo room and useful versatility.

In today’s world, which basically refers to jam-packed roads, tight spaces for parking, and also an intention of having a frugal set of wheels, it boils down to one simple solution and that is a hatchback or a small car, which can be technically stated as a two-box car. It may sound a bit dull by the way these cars have been defined in the above lines, but that’s not true in the present day world. With almost all the car manufacturing companies around the globe capitalizing on the idea of making better and smarter hatchbacks, we do see these cars being jazzy and sporty enough ! From sleek lines running all around, to frugal yet powerful engines, and from practicality to comfort, all put together in comparatively smaller dimensions, what we now get  are hatchbacks,  fast making their ways into people’s hearts and priorities.

With more number of people now preferring to drive a hatchback, they have now become an important indicator of the way market is set to grow. Be it Europe, Asia, Latin countries, everywhere small cars have begun to dominate the roads. Even in North America where people used to look down at these small cars, and have pride in their big cars, have come to realize the fact that a hatchback makes a lot more sense when it comes to day-to-day driving, and with it also comes the fact that these small cars are much more economical to use! So in this present day world which is more aware of the climatic conditions, and replenishing fuel resources, using frugal car does make sense.

Since this segment of cars is developing on such a fast rate, indeed a lot of R&D goes into developing these machines.  They undergo all the safety tests to ensure that these cars provide the best possible safety to its passengers, which has features  like ABS (anti-lock braking system), airbags, ESP etc. Its no less even when it comes to comfort features which is made sure by climate-control AC’s, multi-way adjustable seats, adjustable steering columns, ample legroom, headroom and width. Last but not the least, it scores well with the visual appeal too with various kind of customizations available!
With all these features combined with economical price tag, practicality, utility, compact dimensions, comfort and frugal engines hatchbacks are the wheels to the future.
Happy & safe motoring!

Driving sense

We keep on discussing about cars, their features, how fast do they go, how good do they look, and just keep on getting mesmerized by them. But if one comes to think of, no matter what car it is, no matter how good or bad it is, there’s one important aspect and which is not even the car, but related to the one’s driving them. In this article, the spotlight is on the DRIVING SENSE or some driving tips that intends making driving, a safe and happy experience.
In the present day world, which basically includes huge traffic snarls, lane drivings, traffic lights, restricted speed limits, and an eventuality whose validity is testified with more and more number of people buying cars. Taking into account all these considerations, it becomes almost a duty of all those who intend driving, to practice a sensible and safe driving.
Driving sense is not really a rocket science, and if one does think about it, its more of a sensible thinking, or better referred to as common sense complemented with some patience.
Lets have a look at some simple things, which I am sure everyone is aware of, its just a matter for everyone to implement it:
1. Avoiding distractions while driving like using the mobile phone, or smoking, or eating or getting too much involved in talking to the fellow passengers.
2. Adhering to the correct lane while driving in multiple lanes according to the speed.
3.  Do not drink and drive, because it hampers one’s reflex reactions and the risk of a mishap increases.
4.  Avoiding road rage and try not to drive around in a bad mood, or when feeling drowsy.

5. Abiding by the speed limits.
6. Traffic lights are meat to regulate traffic flow, so when the light turns red, one should stop rather than jumping it, because by jumping a red light, that driver is not only putting his/her life, but others life in great danger too.  So simply adhere by the traffic lights.
7. Overtaking should be done carefully and after giving all the required signals, so that the person driving in front and rear and also the one approaching from other side clearly knows that you are overtaking.
8.  Giving signal well in advance before one is about to take a turn or are about to stop, so as to give enough reaction time to others.
9.  Maintaining optimum distance from the vehicle in front so as to have enough reaction time in case the vehicle ahead stops unexpectedly.
10. Maintaining the vehicle in good working condition, like checking the tires, steering column, brakes, battery, lights.
Its just a matter of following these simple rules while on the road and driving would be much safer and would also be good for the vehicle maintenance . We can truly enjoy all the latest cars only if our driving manners show maturity and sensibility.
Happy & safe motoring!

recomneded